KRL Eks Jepang Sudah Berusia 28 Tahun

615

JAKARTA, WARTABUANA-  PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) memastikan bahwa unit KRL JR bekas seri 205 yang dibeli dari Jepang masih layak jalan.

“Seri 205 ini bukan barang rongsok yang tidak beroperasi di Jepang,” kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (4/11/2013).

Bahkan, menurut dia, KRL bekas Jepang yang telah berumur 20 tahun ini akan menjadi KRL terbaik yang dimiliki Indonesia.

“Walau umurnya cukup senior, tapi karena pemeliharaan di Jepang sangat baik, maka KRL ini akan jadi kereta terbaik yang kita punya,” katanya.

KRL seri 205 yang dibeli PT KCJ ini merupakan salah satu seri yang masih dioperasikan operator East Japan Railway Company (JR East). Seri ini diproduksi JR Trec antara tahun 1985 dan 1991. JR Trec merupakan anak perusahaan JR East yang bertugas memproduksi kereta yang akan dioperasikan oleh JR East.

Setiap 25 tahun, operator JR East meriset kereta seri baru. Pada usia ke-35, mereka mulai memperbarui armada kereta. Saat itulah, kereta seri terdahulu akan dijual ke negara yang tertarik atau dimusnahkan. Dukungan industri yang kuat di Jepang memungkinkan pembaruan KRL berkala.

Jadi, seri 205 ini bukan barang baru di negara asalnya. Namun, sekilas kereta ini terlihat terawat. Saat diturunkan dari kapal pengangkut, kereta-kereta ini masih tampak mulus. Bisa dipastikan, sistem perawatan di Jepang dilakukan dengan serius.

Tri memperkirakan usia beroperasi KRL JR seri 205 bisa mencapai 35 – 40 tahun, dengan demikian masih ada rentang waktu 15 – 20 tahun masa beroperasi armada KRL tersebut nantinya.

Sebanyak 30 unit KRL bekas asal Jepang itu telah didatangkan ke Indonesia pada Minggu (3/11/2013) untuk menggantikan KRL-KRL yang mengalami kerusakan.[ ]