Mahfud MD Ragu Partai Islam Bisa Berkoalisi

83

JAKARTA, WB- Salah satu bakal calon presiden (Capres) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Mahfud MD mengapresiasi hasil riset Lembaga Survei Nasional (LSN) yang menyebutkan dirinya sebagai tokoh pemersatu partai Islam. Namun ia meragukan partai-partai Islam bisa berkoalisi.

“Itukan hasil penelitian ya hasil survei menurut saya itu betul dan saya setuju, karena itu hasil survei yang melakukan itu LSN dan itu satu lembaga setudi yang sudah lama dan kredible,” kata Mahfud usai diskusi yang digelar di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta, Selasa (26/11/2013).

Namun dia meluruskan apabila pesan yang disampaikan oleh LSN tersebut tidak sesuai dengan pribadinya. Dia ragu partai yang berazazkan Islam dapat berkoalisi.

“Cuma saya menyatakan betul sebagai persepsi belum tentu saya setuju terhadap isi pesanya, misal koalisi partai Islam itu saya masih ragu, apa bisa itu koalisi partai Islam,” tanyanya.

Mantan Menteri Pertahanan era Gus Dur ini sudah bukan zamannya pengkotak-kotakan partai berdasarkan ideologinya. Mahfud menyatakan saat ini semua partai nasionalis religius.

“karena menurut saya sekarang ini partai itu tidak ada yang Islam, tidak ada yang tidak Islam semuanya nasionalis relijius,” terangnya.

Hal tersebut dijelaskan olehnya bahwa klasifikasi yang sempit soal penyebutan partai Islam sekarang ini masih sumir lantaran tidak konsistenya sebuah partai.

“Coba anda mau nyebut partai apa yang Islam saya tunjukkan bahwa enggak ada dari sudut AD/ART, dari sudut perilaku, atau anda sebut partai apa yang tidak Islam misal anda menyebut satu partai ya ndak juga disitu banyak juga orang-orang Islamnya dan tokoh-tokoh Islamnya,” paparnya.

Lebih lanjut Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Islam Indonesia ini tidak menginginkan adanya pengkotak-kotakan partai berdasarkan ideologi karena dia beranggapan semua partai adalah nasionalis.

“Sehingga menurut saya lebih bagus kita itu tidak usah berbicara partai berdasarkan aliran-aliran keagamaan, pandang saja semua sebagai partai nasionalis,” terangnya.

“Kemudian kalau mau pemimpin yang teridentifikasi dengan dirinya pilihlah dengan calon-calon yang ada itu, bukan mengelompokkan satu partai Islam, satu bukan. Itu saya kira tidak bagus sebagai pembangunan kedepan,” pungkasnya.

Sebelumnya hasil yang dirilis LSN bahwa Mahfud MD meraih hasil suara sebesar 31,4 persen, Jusuf Kalla sebesar 20,7 persen, Rhoma Irama sebesar 12,7 persen, Muhaimin Iskandar sebesar 9,6 persen, dan sisanya yang menjawab tidak tahu sebesar 25,6 persen.

“Kenapa JK lebih rendah daripada Mahfud MD? Karena mereka mengetahuinya JK bukan berasal dari Partai Islam namun background sebagai mantan ketua umum Partai Golkar,” kata peneliti senior LSN, Gema Nusantara pada konfrensi pers di Hotel Century, Senayan, Minggu (24/11/2013).[ ]