Masjid Al-Aqsa Ditutup, Israel Langgar Resolusi PBB

113

JERUSALEM,  WB – Setelah penutupan kompleks Masjid Al-Aqsa, pasukan keamanan Israel menerapkan langkah-langkah keamanan di kompleks masjid itu.

Langkah keamanan tersebut dilakukan atas perintah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Dia mengatakan bahwa Israel harus mengambil kendali atas insiden terjadi di kompleks tersebut untuk mencegah serangan.

Sebelumnya, pasukan itu sempat menutup kompleks selama dua hari dan membukanya kembali dengan sistem keamanan lebih ketat. Baku tembak juga sempat terjadi setalah penutupan masjid yang menewaskan lima orang.

Aksi tersebut jelas mendapatkan tentangan keras Warga Palestina dan para petinggi masjid. Mereka menolak dengan keras penerapan sistem tersebut. Mereka juga menolak untuk salat di dalam setelah masjid dipasangi detektor logam dan kamera pengawas jarak dekat.

Sedikitnya puluhan jemaah menunjukkan penolakan dengan cara berkumpul di pintu masuk kompleks dekat Lions Gate hingga ke Kota Tua untuk melaksanakan salat. Mereka melakukan itu karena menilai antisipasi keamanan dilakukan Israel menyalahi hak umat Islam.

“Ini juga melanggar resolusi PBB dan kesepakatan internasional,” kata direktur al-Aqsa, Omar Kiswani.

“Kami meminta pertanggungjawaban pemerintah Israel atas perubahan yang mereka lakukan terhadap Masjid al-Aqsa. Mereka telah mengambil alih kendali kami dan kami akan tetap tinggal di luar masjid sampai mereka mengembalikan tempat ini seperti semula,” sambungnya.

Ini merupakan kali pertama kompleks tersebut ditutup untuk salat setelah 48 tahun. Bahkan yang lebih memilukan, jemaah yang hendak salat kini malah diharuskan untuk melewati serangkaian pemeriksaan sebelum masuk ke masjid.

“Kami tidak membenarkan apa yang terjadi saat ini. Ini masjid kami dan kami menolak untuk masuk melalui gerbang elektronik. Hal seperti ini seharusnya tidak pernah terjadi kepada kami,” kata Abu Mohammed, pemilik klinik kecil di kompleks itu, demikian seperti dilansir dari laman Al-Jazeera.[]