Netizen Berduka atas Korban Banjir Longsor Jateng

97

JAKARTA, WB – Para pengguna twitter atau tweeps menyematkan doa serta harapan atas bencana banjir dan longsor di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Berita duka ini pun menjadi trending topic di jejaring sosial twitter dengan tagar #prayForJateng.

“Semoga keluarga yang terkena musibah disana bisa bersabar dan lapang dada. Kita doakan semoga baik-baik saja,” tulis @dimazdmagan.

“Innalillahi wa innalilaihi raji`un. Semoga saudara2 kita diberi kesabaran dan keikhlasan atas musibah di bulan suci ini. Amin,” @enotralala.

Seperti diketahui daerah yang paling parah mengalami longsor adalah Kabupaten Purwerejo.  Longsor dengan korban jiwa terjadi 5 lokasi. Di Desa Karangrejo Kecamatan Loano terdapat 9 tewas, 6 hilang dan 1 luka-luka, sedangkan akibat banjir 4 tewas, 2 hilang dan 7 luka-luka. Di Desa Pacekelan Kecamatan Purworejo terdapat 1 tewas dan 1 luka-luka.

Di Desa Jelog Kecamatan Kaligesing ada dua oang hilang, di Desa Sidomulyo Kecamatan Purworejo ada satu tewas dan empat hilang, sedangkan di Desa Donorati Kecamatan Purworejo terdapat empat tewas, 11 hilang dan dua luka-luka.

Dari jumlah keseluruhan korban jiwa terdapat di Kabupaten Purworejo 19 tewas, 25 orang hilang, dan 11 luka-luka di Banjarnegara 6 tewas dan tiga luka-luka, di Kebumen tujuh tewas, Sukoharjo satu tewas, Rembang satu tewas dan Banyumas satu tewas. Sebagian besar korban meninggal dan hilang akibat longsor yaitu dari 35 tewas adalah 31 tewas akibat longsor dan empat tewas akibat hanyut banjir.
 

Pencarian korban hilang masih terus dilakukan tim SAR gabungan. Aksesibilitas menuju lokasi longsor cukup sulit dijangkau, khususnya jalan menuju Desa Dorowati kondisinya rusak dan terdampak longsor sehingga alat berat tidak dapat digunakan untuk mencari korban tertimbun longsor. Pencarian dilakukan dengan manual oleh ratusan personil SAR gabungan. Lima alat berat dikerahkan untuk mencari korban di Purworejo. []