Panglima TNI akan Bentuk Tim Gabungan di Wilayah Rawan Perbatasan

72

JAKARTA, WB – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, mengatakan bahwa, perlu adanya sinergitas yang kuat antara TNI-Polri dan kelembagaan lainnya untuk mengefektifkan pengamanan wilayah-wilayah rawan di perbatasan Indonesia.

Tujuannya kata Panglima adalah, agar mampu mencegah maraknya permasalahan penyelundupan. Untuk itu, akan dibentuk tim gabungan yang bersinergitas antara TNI-Polri dan Bea Cukai dalam rangka menyelesaikan banyaknya masalah yang dihadapi di wilayah perbatasan Indonesia.
 

Panglima TNI menyampaikan bahwa di wilayah perbatasan Indonesia masih banyak ditemui jalan tikus yang digunakan oleh para penyelundup untuk memasukkan barang-barang secara illegal ke wilayah NKRI.

“Nantinya antara TNI-Polri dan Bea Cukai akan berkoordinasi untuk bisa menghalau, mendeteksi dan akan terus berupaya untuk mencegah adanya penyelundupan,” jelas Panglima TNI.
 

“Kita harus berpikir bahwa dalam rangka membantu pemerintah, hanya dengan kerja sama antara TNI-Polri dan Bea Cukai serta aparat terkait bisa menyelesaikan masalah penyelundupan,” lanjutnya.

 
Di sisi lain, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakana bahwa Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia akan melaksanakan pembinaan kepada masyarakat di perbatasan, diantaranya memberikan pelayanan pendidikan di Entikong dan Aruk secara bersama-sama.
 

“Saya juga sudah berkoordinasi dengan Kapolri bahwa Polri juga memiliki program yang sama, sehingga di perbatasan nanti khususnya di Entikong dan Aruk dapat memberikan pelayanan pendidikan seperti wilayah-wilayah lainnya di Indonesia,” ujar panglima.
 

DitambahkanPanglima bahwa, TNI juga akan berkoordinasi dengan Kementerian terkait yang ada di perbatasan untuk sama-sama melaksanakan kegiatan pelayanan pendidikan.

“Seperti yang telah dilaksanakan oleh aparat Korem dengan tajuk Petasan yaitu Pengabdian Tanpa Batas Prajurit TNI di Perbatasan,” tandas Panglima.[]