Para Polwan Mulai Berjilbab Saat Dinas

81

JAKARTA, WB- Sekelompok polisi perempuan (polwan) di Jakarta sudah terlihat mengenakan jilbab saat berdinas pada Senin (25/11/2013).

Perubahan ini terjadi menyusul izin yang dikeluarkan Kapolri Jenderal Sutarman bagi para polwan untuk mengenakan jilbab saat berdinas.

Menurutnya, mengenakan jilbab me­rupakan hak asasi setiap perempuan muslim apapun profesinya.

“Saya sudah sampaikan kepada anggota, kalau misalnya ada anggota yang mau pakai (jilbab), silakan,” ucapnya.

Meski masih berupa ucapan lisan, pernyataan Kapolri tersebut memberikan angin segar pagi para polwan.Namun, karena Mabes Polri belum menyediakan anggaran untuk pengadaan jilbab, para polwan harus menyediakan jilbab sendiri. Bagaimanapun, Kapolri sebenarnya sudah memiliki 61 model dan warna jilbab untuk berbagai kesatuan Polwan di Kepolisian.

Sebenarnya, penggunaan jilbab sudah banyak dilakukan polwan di berbagai daerah, meski terbatas. Namun, hingga saat ini penggunaannya masih terbatas. Hanya polwan-polwan yang berdinas di Intel dan Reserse yang mengenakan jilbab, karena mereka tidak terikat aturan seragam di­nas.

Sementara itu, Polda Metro Jaya memiliki acuan desain jilbab bagi para polwan yang sedang bertugas, yakni mengacu pada jilbab yang dikenakan kepolisian di Aceh.

Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Sudjarno membenarkan rujukan desain tersebut.

“Kita mengacu ke Aceh, dan kita terapkan di sini,” katanya di Jakarta, Senin (25/11).

Sebab, sekalipun Kapolri sudah mengizinkan polwan berjilbab ketika berdinas, untuk desain belum memiliki aturan tertentu.

Polwan mengenakan jilbab secara individu, belum diseragamkan sekaligus belum ada anggaran. Sudjarno meminta polwan yang berjilbab berpakaian sopan. Bahkan tidak hanya yang berjilbab saja, namun, seluruh polwan kini diharapkan memakai pakaian sopan ketika melayani masyarakat.[ ]