Partai Islam Mulai Rapatkan Barisan

74

JAKARTA, WB – Sejumlah organisasi Islam melakukan pertemuan di lantai 5 gedung Nahdlatul Ulama (NU) pada Selasa malam (15/4/2014). Diduga pertemuan yang dihadiri para petinggi ormas Islam itu membahas kemungkinan dibentuknya koalisi poros tengah jilid dua.

Namun ketika disambangi dilantai lima, ternyata tidak satupun tokoh peserta rapat mau menjelaskan apa isi rapat dari para petinggi ormas Islam tersebut. Selain tertutup, rapat itupun seperti sengaja dirahasiakan dari media.

Berdasarkan pantauan wartabuana, rapat di hadiri oleh ketua umum PB NU, Said Aqil Siradz, ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, Wakil Dewan Pakar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Djan Faridz, dan sejumlah tokoh Ormas Islam lainnya.  

“Silahkan ditanya kepada tuan rumah. Saya tidak kompeten untuk berbicara,” singkat Din Syamsuddin ketika dijumpai di depan pintu lift gedung dan bergegas menuju mobilnya.

Rapat yang diperkirakan berlangsung selama tiga jam itu, memang menimbulkan banyak pertanyaan. Sikap enggan untuk berkomentar tidak hanya dilontarkan Din Syamsuddin, bahkan Said Aqil Siradz pun langsung bergegas pergi meninggalkan gedung.

Sementara itu  Djan Faridz yang berhasil dijumpai oleh beberapa pekerja media menjelaskan, kalau pertemuan ormas itu hanya membahas ayat-ayat dan juga kesepahaman untuk menetapkan waktu 1 Syawal.

“Enggak ada yang penting. Kita membahas ayat-ayat Al-quran supaya pelaksanaan lebaran sama waktunya,” kata Djan Faridz.

Pertemuan Partai Islam

Namun ada pernyataan berbeda yang didapat dari salah satu peserta rapat ormas tersebut. Meski enggan menyebutkan nama, namun pria setengah baya itu menegaskan, kalau dalam waktu dekat akan diadakan pertemuan seluruh peserta partai Islam.

“Dalam waktu dekat akan ada pertemuan partai Islam. Tapi selebihnya saya tidak tahu. Intinya kita tidak mau partai seperti PPP terpecah,” ujarnya.  

Kita ditanya apakah NU akan mempelopori adanya kerjasama partai Islam untuk memunculkan tokoh pada pilpres nanti, pria yang mengaku mantan pekerja media itu hanya menjawab tidak tahu.

“Itu saya tidak tahu, yang jelas, kita tidak mau partai Islam terpecah,” tegasnya.

Hal lain yang cukup menarik adalah, terkait sang ketua NU, Said Aqil, yang malam itu tidak biasanya menghindari wartawan. Padahal sosok Said selalu well come terhadap wartawan.

Ternyata berdasarkan informasi yang didapat malam itu, selepas rapat Said dikabarkan kedatangan tamu dikediamannya di bilangan Ciganjur, Jakarta Selatan. Tamu itu, kata salah satu sumber adalah mantan Letjend Kopassus, Prabowo Subianto, yang juga salah satu kandidat kuat capres yang akan maju di pilpres 2014. []