Pejuang Palestina Pakai Kondom Bakar Wilayah Israel

382

 

WARTABUANA – Selama melakukan perlawanan, warga Palestina di Jalur Gaza telah menerbangkan layang-layang dan balon ulang tahun, berisi api untuk membakar wilayah Israel. Tidak hanya itu, mereka juga menggunakan kondom untuk membawa bom api.

 

Para demonstran yang mengampanyekan “Great March for Return”—aksi untuk menyudahi pendudukan Israel di Palestina—memasukkan potongan batu bara yang terbakar atau direndam minyak di dalam kondom.

 

Setelahnya, kondom-kondom itu diberi gas agar bisa diterbangkan melewati pagar perbatasan. Aksi itu memicu ratusan kebakaran di Israel selatan, menghancurkan ribuan hektare lahan, dan menyeb

 

Sebagian besar dari mereka membawa kantong mesh logam berisi sepotong batu bara yang dibakar atau direndam minyak, yang telah memicu ratusan kebakaran di Israel selatan, menghancurkan ribuan hektare tanah dan menyebabkan jutaan syikal material rusak.

 

“Kondom-kondom itu terdengar konyol, tapi itulah senjata mematikan yang dimaksudkan untuk membunuh dan menimbulkan kerusakan,” kata juru bicara Israel Defence Force Letkol Jonathan Conricus.

 

Pada hari yang sama, sekelompok balon kondom berisi batu bara terbakar dan peledak kecil mendarat di jalalan belakang wilayah Eshkol, Israel selatan, dan memicu kebakaran.  “Kondom berpeledak itu mendarat di atas trampolin, arena bermain anak-anak, dan menciptakan kebakaran,” tuturnya.

 

Tak hanya itu, kata Jonathan, demonstran terkadang membubuhkan tulisan sepeti “I Love You” (aku cinta kamu) “Love for you” (cinta untuk mu) di balon kondom berpeledak tersebut. “Ada pula yang bertuliskan kata bahasa Arab ‘habibie’ atau kekasihku,” tukasnya.

 

The Times of Israel menyebut, para demonstran Gaza tampaknya mendapatkan kondom-kondom tersebut dari organisasi lokal atau melalui program internasional.

 

Militer Israel telah menggunakan pesawat nirawak untuk memantau setiap balon-balon kondom berpeledak tersebut agar tak menyebabkan kebakaran maupun korban jiwa. Tapi, setiap hari, ada saja balon kondom berpeledak yang lolos.

 

Sementara Kementerian Pertahanan Israel juga mengancam akan membatasi pasokan helium ke Jalur Gaza, yang seharusnya digunakan untuk membantu menjalankan mesin magnetic resonance imaging (MRI).[]