Penderita Penyakit Sifilis Tertinggi di AS

289

WARTABUANA – VOA hari Kamis (30/8/2018), mengutip AFP memberitakan bahwa jumlah penderita penyakit menular seksual, seperti klamidia, gonore atau “sifilis” di AS tahun 2017 menyentuh rekor tertinggi. Demikian pernyataan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS.

Belum diketahui pasti penyebab lonjakan jumlah penderita penyakit tersebut. Namun, CDC mengungkapkan berdasarkan riset yang telah dilakukan sebelumnya seperti kemiskinan, stigma masyarakat, diskriminasi, dan penggunaan sejumlah obat disebut dapat mendorong tingkat penularan penyakit menular seksual.

Hampir 2,3 juta kasus klamidia, gonore atau kencing nanah dan sifilis didiagnosa di AS sepanjang tahun 2017.

“Angka itu melampaui rekor tahun 2016. Jumlahnya bertambah lebih 200 ribu kasus dari tahun itu,” ungkap CDC lewat pernyataan tertulis.

Antara 2013 dan 2017, jumlah penderita sifilis meningkat 76% dari 17.375 kasus menjadi 30.644 kasus. Mayoritas penderitanya, yaitu sebanyak 70%, adalah laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki.

Dalam jangka waktu yang sama, kasus gonore juga melonjak 67%, dari 333.004 menjadi 555.608 kasus.Jumlahnya naik dua kali lipat di kalangan lelaki homoseksual.

Namun, diagnonis paling banyak adalah pada penyakit klamidia. Jumlahnya melebihi 1,7 juta kasus sepanjang 2017. Hampir separuh (45%) penderitanya adalah perempuan berusia 15 hingga 24 tahun.

“Kita mengalami kemunduran,” kata Jonathan Mermin, Direktur Pusat Nasional Pencegahan HIV/AIDS, Hepatitis, Penyakit Menular Seksual dan Tuberkolosis CDC. “Ini menjadi bukti bahwa sistem pencegahan penyakit menular seksual tidak berjalan dengan baik.”

Klamidia, gonore dan sifilis bisa disembuhkan dengan anti biotik. Meskipun begitu, kerap kali infeksi penyakit ini tidak diketahui oleh penderitanya. Alhasil, penyakit tersebut bisa mengakibatkan ketidaksuburan, bayi yang meninggal di kandungan, hingga naiknya peluang terinfeksi HIV.

Pejabat CDC juga mengkhawatirkan kemunculan jenis gonore yang resisten terhadap antibiotik.Di AS, cetriazone adalah satu-satunya antibiotik yang masih efektif mengobati gonore.[]