Penunjukan Kapolri Tanpa Campur Tangan KPK

76

JAKARTA,WB  – Terkait pemilihan calon Kapolri, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto mengaku kalau jajaranya (KPK)tidak dilibatkan dalam penelusuran profil calon Kapolri. Pernyataan Bambang tersebut sekaligus membantah terkait pernyataan Menkopohukam yang mengatakan pemilihan kursi no satu Polri itu melibatkan KPK.

“KPK hingga saat ini tidak pernah dilibatkan, ataupun diminta bantuannya untuk melakukan profil assessment terhadap calon Kapolri,” ujar Bambang melalui pesan singkat, Minggu (11/1/2015).

Pernyataan Bambang itu sekali lagi menegaskan kalau sosok Kapolri merupakan wewenang presiden, dan tidak melibatkan KPK dalam pemilihan calon Kapolri. Bahkan Bambangpun mengklaim pihaknya belum diminta untuk menelisik profil calon Kapolri.

“Jadi tidak benar pernyataan Menko adanya bantuan KPK untuk memberikan masukan. KPK akan melakukan yang terbaik bila dilibatkan,” ujar Bambang.

Menurutnya, Presiden memiliki kewenangan untuk menentukan siapa yang akan dijadikan Kapolri, karena hal itu diatur dalam undang-undang.

Presiden Joko Widodo sendiri sudah menunjuk Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri. Ini sesuai surat Jokowi ke Ketua DPR pada 9 Januari 2016, dan penunjukan itu diharapkan Bambang mampu membawa kinerja Polri untuk memberantas korupsi. Hal itu sebagaimana cita-cita bangsa Indonesia dan janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) di masa kampanye.

“KPK berharap semoga (penunjukan Budi Gunawan) yang terbaik serta mencitakan tradisi-tradisi yang bisa menunjukkan dan memberikan jaminan bahwa pemberantasan korupsi dilakukan secara sungguh dan tidak melakukan tindakan yang potensial kolusif dann nepotistik,” tandas Bambang.

Sementara itu ketua presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane menilai 

“Dari segi track record, kualitas dan kredibelitas, Komjen Pol Budi Gunawan lebih mumpuni untuk menjadi Kapolri,”katanya.

Dilanjutkan Neta, disamping hal diatas jendral bintang tiga lulusan Akpol 1983 ini juga telah terbiasa dengan tugas-tugas jabatan nomor satu di korps Bhayangkara ini, beliau sudah sering diminta oleh Kapolri-Kapolri sebelumnya untuk menyusun visi, misi dan konsep-konsep perubahan di kepolisian.

“Jadi kita rasa, mantan Kapolda Jambi dan Bali ini sudah sangat layak untuk menduduki jabatan strategis tersebut. Dan keunggulan lainnya yang dimiliki oleh Budi Gunawan adalah dirinya dikenal lebih dekat dengan Presiden ,”katanya lagi.

– See more at: http://www.covesia.com/berita/4817/ipw-komjen-pol-budi-gunawan-lebih-kayak-jadi-kapolri.html#sthash.QR8GDiRY.dpuf

sosok Komjen Budi Gunawan memilikikualitas dengan rekord kinerja yang baik. Dari catatanya, 
jendral bintang tiga lulusan Akpol 1983 ini juga telah terbiasa dengan tugas-tugas jabatan nomor satu di korps Bhayangkara ini, beliau sudah sering diminta oleh Kapolri-Kapolri sebelumnya untuk menyusun visi, misi dan konsep-konsep perubahan di kepolisian.

“Dari segi track record, kualitas dan kredibelitas, Komjen Pol Budi Gunawan lebih mumpuni untuk menjadi Kapolri. Jadi kita rasa, mantan Kapolda Jambi dan Bali ini sudah sangat layak untuk menduduki jabatan strategis tersebut,” tandasnya. []