Presdir BCA Siap Diperiksa KPK

44

JAKARTA, WB – Presiden Direktur Bank Central Asia (BCA) Jahja Setiaatmadja langsung akat bicara menangapi kasus yang melibatkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo terkait dugaan suap permohonan keberatan pajak yang diajukan Bank Central Asia (BCA) pada tahun 2004.

 

Dalam jumpa persnya di Gedung Menara BCA, Jakarta, Selasa (22/4/2014) Jahja mengaku akan membantu KPK untuk mengusut kasus ini hingga tuntas, bahkan ia meminta untuk diungkap secara terang benerang. “Ya saya katakan, memang harus transparan,” ujarnya.

 

Ia sendiri mengaku siap, jika harus dipanggil oleh KPK untuk menjalani pemeriksaan. Sebagai warga negara ia menyadari untuk patuh terhadap proses hukum yang tengah berjalan. “Harus siap, kalau memang harus diperiksa harus siap,” tegasnya.

 

Pertemuan, yang diadakan pukul 13.00 WIB ini, digelar secara tertutup pihak BCA hanya membatasi beberapa media untuk bisa diperkenankan masuk. Selain tertutup acara ini juga berlangsung cukup singkat hanya 15 menit.

 

Seperti diketahui, Hadi ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada, Senin (21/4/2014), dalam kapasitasnya sebagai Kepala Dirjen Pajak pada tahun 2002-2004.

 

Pria asal Pamekasan, Madura ini diduga melakukan perbuatan melawan hukum atau penyalahgunaan wewenang terkait permohonan keberatan Bank Central Asia (BCA) selaku wajib pajak pada 1999. Dia disangka melanggar Pasal 2 Ayat 1 dan atau Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

 

Ketika itu BCA mengajukan keberatan pajak atas non performance loan yang nilainya Rp 5,7 triliun. Hadi diduga menyalahi prosedur dengan menerima surat permohonan keberatan pajak BCA tersebut. Ia diduga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 375 miliar dari pajak yang tidak dibayarkan BCA. Apakah terdapat penerimaan dana oleh Hadi Purnomo, Ketua KPK menyatakan masih didalami. []