PT Angkasa Pura II Peduli Masyarakat Sekitar Bandara

307

JAKARTA, WB – Hingga bulan Juli 2014 ini PT Angkasa Pura II (Persero) telah menyalurkan dana Program  Kemitraan dan Bina Lingkiungan (PKBL) mencapai Rp12,8 miliar bagi masyarakat di sekitar Kantor Cabang Bandara Halim Perdanakusuma.

 

Selasa (9/9/2014) kemarin PT Angkasa Pura II meresmikan gedung serbaguna dan posyandu bagi masyarakat di sekitar Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta senilai Rp 390,94 juta.

 

Gedung serbaguna tersebut dibangun di SD Negeri II, Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, posyandu dibangun di RW 05 Kelurahan Halim Perdanakusuma.

 

Bantuan diserahkan oleh Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II (Persero) Laurensius Manurung secara simbolis kepada jajaran Pemerintah Daerah Jakarta Timur.

 

“Sebagai wujud dari rasa terima kasih sekaligus memenuhi tanggung jawab sosial perusahaan, kami selalu berupaya untuk ikut memberdayakan atau memperbaiki kondisi sosial masyarakat melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan atau PKBL, khususnya di daerah di mana terletak bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II,” jelas Laurensius.

 

Dalam waktu dekat, PT Angkasa Pura II akan memberi bantuan kepada masyarakat di sekitar Bandara Halim Perdanakusuma berupa mobil perpustakaan keliling yang dilengkapi dengan komputer.

 

Seperti diketahui, sejak 10 Januari 2014, Bandara Halim Perdanakusuma melayani penerbangan regular dimana maskapai yang telah beroperasi di bandara berkonsep Betawi Punya Airport itu adalah Citilink Indonesia.

 

Sejak saat itu PT. Angkasa Pura II sudah mengucurkan dana PKBL hingga Rp12,8 miliar yang terdiri dari dana program kemitraan sebesar Rp10,9 miliar kepada sebanyak 781 mitra binaan dan dana program bina lingkungan sebesar Rp1,9 miliar.

 

Secara korporasi, PT Angkasa Pura II sejak 1991 hingga Juli 2014 di seluruh kantor cabang telah menyalurkan dana PKBL sebesar Rp461,86 miliar.

 

“Dana tersebut terdiri dari dana program kemitraan sebesar Rp340,88 miliar kepada 25.869 mitra binaan, dan dana bina lingkungan sebesar Rp120,98 miliar,” kata Laurensius. []