`Raja Pedophil` Pernah Mengajar di JIS

135

JAKARTA, WB – Ternyata, penjahat kelamin kelas kakap yang telah memperkosa puluhan bocah di banyak negara pernah mengajar di Jakarta International School (JIS). Pria berkewarganegaraan AS bernama William James Vahey sempat menjadi buruan Biro Investigasi Amerika Serikat FBI sebelum bunuh diri.

 

Apa yang dilakukan pria berusia 64 tahun itu membetot perhatian dunia lantaran jumlah korban diduga mencapai ribuan orang. Sejauh ini, FBI baru menemukan beberapa foto murid berusia 12 hingga 14 tahun yang diduga menjadi korban William. Foto tersebut terungkap dari flashdisk William yang dicuri pembantunya.

 

William James Vahey bunuh diri di Minnesota bulan lalu, hanya dua hari setelah hakim federal di Houston menyatakan berhasil menemukan anak-anak korban kejahatan seksual yang bakal menjebloskannya ke penjara. 

 

Berdasarkan hasil penyelidikan, seperti dimuat situs resmi FBI,  Fbi.gov, Rabu (23/4/2014), untuk menjerat para korban, William diketahui mengajak murid yang diduga menjadi korbannya untuk jalan-jalan hingga malam.

 

Saat momen dirasa tepat, sang guru memberi muridnya obat tidur dan melancarkan aksinya. FBI kini tengah menelusuri jenis obat tidur yang diberikan William kepada korban.

 

Dari flashdisk yang disita, diketahui ada sekitar 90 murid yang diduga menjadi korban. Lokasi dan waktu aksi pedofilnya juga terlacak. Namun FBI tak merincinya. Aksinya itu sudah dilakukan sejak tahun  2008.

 

Agen FBI, Fransen mengatakan, pihaknya tengah menelusuri dugaan ada banyak murid lain yang menjadi korban pelecehan seksual William. Oleh karena itu, FBI meminta pada semua pihak di seluruh dunia untuk melapor ke pihaknya bila ada teman atau keluarganya yang menjadi korban William.

 

“Kami tengah fokus untuk mencari kemungkinan ada korban lain sebelum 2008. Saya tak pernah melihat kasus yang seperti ini, mungkin ada banyak murid yang menjadi korban dalam kurun waktu tersebut,” papar Fransen.

 

Jadi Guru di 10 Negara

William mengajar berpindah-pindah dari suatu negara ke negara lain selama 4 dekade atau 40 tahun.  Dalam laman FBI, disebutkan bahwa korban guru Sejarah dan Geografi itu adalah murid dari berbagai negara. Namun Biro Investigasi tersebut belum mendapatkan data detail soal para korban.

 

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, polisi akan menelusuri kasus ini.  “Kita masih dalami. Apalagi yang bersangkutan pernah mengajar di JIS periode 1992-2002, sedang didalami,” jelasnya kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (23/4).

 

Informasi terakhir yang didapat bahwa Willian meninggal dunia karena bunuh diri. Meski demikian, langkah koordinasi belum dilakukan penyidik Polda Metro dengan FBI.

 

“Kita akan cari sendiri apakah waktu itu ada kasus sodomi atau pedofilia dan lain-lain di sekolah tersebut (JIS),” tukas Rikwanto.

 

Diduga ada sekitar 90 korban Vahey sebelum tahun 2008. FBI masih mencari korban lain sesudah 2008. Petugas memiliki foto anak-anak itu sedangtidur tanpa dosa denganusia antara 12 hingga 14 tahun.

 

Vahey mulai mengajar di sebuah sekolah swasta pada 1972, dan sekolah terakhirnya adalah di American Nicaraguan School di Pista Suburbana, Managua, Nicaragua dari 13 Agustus 2013 hingga 11 March 2014, dua hari sebelum dia memutuskan bunuh diri.

 

Kasus ini masuk ke ranah hukum setelah Vahey memecat pembantu rumahnya dengan tuduhan mencuri barang pribadi di rumahnya tahun lalu. Pada Maret, mantan pembantunya itu berkendara ke sekolah American Nicaraguan itu dan bilang bahwa dia menemukan sejumlah gambar berbau seksualitas.

 

Ketika polisi mengkonfrontasi foto itu, Vahey tidak menolak di masa silamnya telah melakukan kekerasan pada anak anak itu dengan cara memberi mereka obat tidur.

 

Berikut sekolah-sekolah tempat Vahey mengajar, termasuk di Jakarta Internastionl School, menurut rilis dari FBI.

 

1. American Nicaraguan School di Managua, Nicaragua (2013-2014)

2. Southbank International School di London, Inggris  (2009-2013)

3. Escuela Campo Alegre di Caracas, Venezuela (2002-2009)

4. Jakarta International School di Jakarta, Indonesia (1992-2002)

5. Saudi Aramco Schools di Dhahran, Saudi Arabia (1980-1992)

6. American Community School di Athens, Yunani (1978-1980)

7. Passargad School di Ahwaz, Iran (1976-1978)

8. American School of Madrid di Spanyol (1975-1976)

9. American Community School of Beirut di Libanon (1973-1975)

10. Tehran American School di Iran (1972-1973) []