Romi Kasih Satu Kesempatan Lagi Untuk SDA

47

JAKARTA, WB – Langkah Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali (SDA) untuk mengelar rapat Pleno DPP PPP dalam rangka membangun kesepakatan bersama antar fungsionaris partai di pertanyakanan oleh Sekjen PPP Romahurmuziy.

“Itu islah sungguhan atau buatan?” ujar politisi muda yang biasa disapa Romi dalam rilis yang diterima oleh Wartawan, Senin (21/4/2014).

Ia mempertanyakan hal tersebut, lantaran undangan Rapat Pleno pada tanggal 22 April 2014, ditandatangani oleh SDA selaku Ketua Umum dan Isa Muhsin sebagai Sekjen. Padahal ia menganggap posisi Isa sebagai Sekjen saja sudah bermasalah kerena tidak sesuai dengan AD/ART.

“Karena meletakkan saudara Isa Muhsin sebagai Sekjen PPP berarti melegitimasi secara faktual pengambilan keputusan yang inkonstitusional. Meletakkan SDA sebagai Ketum berarti juga tidak tepat karena yang bersangkutan telah diberhentikan sementara dalam Rapimnas I PPP pada tanggal 19-20 April 2014,” terangnya.

Romi menjelaskan, DPP PPP secara resmi sebenarnya sudah meminta kepada SDA untuk hadir Rampimnas I yang sudah sesuai dengan AD/ART, tapi SDA malah mangkir. Oleh karenanya jika berniat untuk islah Romi memberi satu kesempatan lagi kepada SDA untuk hadir pada Mukernas mendatang.

“DPP PPP sekali lagi mengundang SDA untuk hadir di Mukernas III PPP yang diadakan pada Rabu, 23 April 2014 sebagai forum konstitusional yang terakhir agar SDA bisa ruju` ilal haq,” jelasnya.

Ia menambahkan, pada Mukernas III mendatang, agenda yang akan dibahas yakni berkaitan dengan evaluasi Pemilu Legeslatif,  kemudian pemutusan mitra koalisi dengan partai lain. “Islah SDA, atau pengukuhan Plt. Ketua Umum PPP Emron Pangkapi sebagai Ketum definitif sesuai ART PPP,” tutupnya.[]