Sambil Tunggu Hasil Resmi, Sudirman Said Kunjungi DPP Partai Pendukung

102

JAKARTA, WB – Paska pemilu pilkada Jawa Tengah (Jateng), calon gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said langsung melakukan kunjungan dengan bersilaturahim ke DPP Partai Keadilan Sejahtera. Disana Sudirman bertemu Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman.

“Hari ini saya bertemu dengan Presiden PKS Sohibul Iman untuk menyampaikan perkembangan. Tentu minta saran-saran karena pekan depan akan menjadi waktu penting penentuan hasil dari Pilkada Jateng,” kata Sudirman Said kepada awak media, belum lama ini.

Ia mengatakan, akan menghormati proses yang sudah selesai apapun nanti yang diputuskan oleh penyelenggara pemilu ia mengaku akan menerima.

“Karena memang belum selesai perhitungan, yang ada baru versi lembaga survei perhitungan cepat. Metode sampling juga. Tidak ada kata-kata kami belum menerima (hasil putusan). KPU Jawa Tengah belum selesai melakukan perhitungan. Kita ikuti proses saja,” ungkap Sudirman.

Secara umum dirinya memang akan terus menunggu hasil resmi dari KPU dan akan menyampaikan sikap resmi. Hasil hitungan cepat (quick count) akan tetap dihormatinya juga sampai menunggu hasil resmi dari KPU. Tetapi apabila ada catatan akan, kata dia, dirinya dan tim advokasi akan memberi catatan-catatan.

“Bila tim advokasi harus melakukan pengaduan atau gugatan akan kami simpulkan semuanya. Tim advokasi masih mengkaji dan menimbang. Sekali lagi kami menunggu hasil dari temuan tim advokasi. Soal pelanggaran, kami belum bisa menyimpulkan itu sebagai pelanggaran secara hukum. Beberapa pengalaman memang menarik dan pada waktunya akan kami beri tahukan,” ungkapnya.

Yang paling mendasar, lanjut Sudirman, adalah DPT bermasalah dan itu sudah dilaporkan. Namun belum terasa ada tindakan yang memadai. Kehadiran Menteri Dalam Negeri ke Semarang saat pilkada berlangsung terus ia kaji.

“Lebih ke sistem ke depan.Kalau hasil apapun akan kami terima dengan baik,” ujar Sudirman.

Soal penodongan senjata api terhadap tim suksesnya oleh sejumlah orang tak dikenal ketika membawa uang konsumsi untuk saksi pilkada pada Kamis (21/6/2018), Sudirman mengaku tim dilapangan agak terganggu secara psikologis. Padahal uang tersebut dinilainya uang sederhana untuk konsumsi para saksi.

“Uang yang dihimpun secara susah payah masih diganggu. Kami tidak menyimpulkan tentang siapapun, tapi yang jelas, kami mengalami dan itu berakibat terhadap tidak maksimalnya saksi,” tegasnya.[]