Sandiaga Uno: Pandemi Covid-19 Menjadi Momentum Untuk Menguatkan “Social Fabric” Bangsa

29

WARTABUANA – Di Indonesia sendiri kasus Covid-19 juga kian mengkhawatirkan banyak pihak. AI LABS (Agile Innovation Labs) sebagai sebuah komunitas yang memiliki visi mendorong partisipasi banyak kalangan dalam mengembangkan budaya inovasi terpanggil berkolaborasi dengan banyak pihak untuk turut menjadi bagian dari solusi dengan berusaha menghadirkan Covid-19 Mobile Laboratory Diagnostics.

Sejak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah virus Corona (Covid-19) sebagai global pandemi dengan angka penyebaran yang terus bertambah, telah memberikan dampak yang luar biasa bagi banyak tatanan kehidupan di berbagai negara bahkan lebih lanjut dapat menjadi ancaman resesi dunia.

Sandiaga Uno dalam kesempatan audiensi melalui video conference bersama Tim Ai Labs yang dikoordinir oleh Anton Herutomo dan dihadiri juga oleh Dr. Haznim, Dr. Eva Sri Diana serta praktisi lain, berdiskusi terkait rencana menghadirkan Covid-19 Mobile Labs Diagnostics yang diharapkan dapat membantu pemerintah dalam deteksi dini penyebaran covid-19 secara luas sejak dari hulu.

“Saya sangat apresiasi atas apa yang diinisiasi oleh Ai Labs yang berisi orang-orang profesional di beberapa perusahaan telekomunikasi yang peduli dengan budaya inovasi ini. Di situasi seperti ini  kita memang perlu menguatkan sendi-sendi soliditas sosial kita bersama,” ujar Sandiaga.

Ia menyadari bahwa 3 hal utama dalam mengatasi darurat Covid-19 adalah dimulai dari pengelolaan arus informasi yang belakangan ini begitu masif dan kadang membuat kita sulit berfikir tenang dan mengambil sikap yang tepat, kita juga membutuhkan sosialisasi serta edukasi yang efektif kepada masyarakat luas.

Berikutnya yang tak kalah penting adalah ketersediaan fasilitas pendukung  untuk melakukan proses pengecekan secara akurat dan cepat apakah seseorang positif atau tidak terjangkit Covid-19.

Uraian Sandi tersebut, didukung dan dikuatkan oleh pengalaman para dokter yang berada di garis terdepan penanganan Covid-19, terutama di DKI Jakarta. Dr. Haznim selaku praktisi kesehatan meyakini jika solusi mobile laboratory diagnostics ini bisa diwujudkan, ia berharap laboratorium kesehatan bergerak ini bisa menjadi bagian dari laboratorium satelit untuk mendukung labkes yang ada, sehingga pengambilan sample dari pasien dapat dilakukan secara cepat dan akurat.

“Ini tentu akan sangat membantu kami tenaga medis di lapangan untuk mengambil tindakan corrective yang sesuai dengan prosedur, disertai tindakain preventive sehingga kita berharap dapat mengurangi perluasan penyebaran virus ini. Bahkan data-data jumlah pasien yang akurat ini juga bisa digunakan sebagai dasar bagi pemerintah memberlakukan isolasi mandiri, atau pun karantina wilayah secara gradual,” pungkasnya.

Anton Herutomo juga menjelaskan bagaimana solusi ini merupakan kolaborasi banyak pihak, misalnya, untuk membuat desain Mobile Lab yang sesuai standard, AI LABS telah secara  kontinyu berkonsultasi pada Pusat Penelitian Nanosains dan Nanoteknologi  (PPNN) ITB.

“Dalam diskusi dan konsultasi kami dengan beberapa peneliti, kami membuat simulasi sehingga satu Mobile Labs ini diharapkan bisa melakukan pengujian sebanyak 96 orang dalam 1 hari dengan durasi waktu pengujian selama 4 jam. Dengan model pengetesan ini, diharapkan hasilnya dapat diketahui dalam kurun 1×24 jam.” jelas Anton lebih lanjut.

“Tantangannya saat ini kita sedang berkejaran dengan waktu, jumlah kasus hari demi hari terus meningkat dan meluas. Maka keterlibatan dan dukungan dari banyak pihak sangat dibutuhkan baik melalui penggalangan dana publik (crowdfunding) maupun kolaborasi dengan beragam lembaga dan entitas lain sehingga setiap solusi yang bisa membantu pemerintah mengatasi masalah ini sangatlah diharapkan. Saya mengajak semua pihak untuk dapat bersama-sama mengatasi pandemi yang luar biasa ini,” pungkas Sandi.

Campaign melalui  https://kitabisa.com/campaign/mobilelabs ini juga didukung langsung oleh salah seorang survivor Covid-19 yang sekaligus inspirator terbentuknya Ai Labs ini, Arief Mustain yang saat ini juga menjabat sebagai Chief of Innovation and Regulatory Indosat Ooredoo.

Dalam video conference tersebut beliau juga mengajak semua pihak untuk bisa berkolaborasi dan bergotong royong bersama menghadirkan Covid-19 Mobile Laboratory Diagnostics ini.

Agile Innovation Labs (AI Labs) adalah komunitas yang berdiri di pertengahan tahun 2019 berisi para professional yang bekerja di beragam sektor yang terkait dengan industri telekomunikasi dan memiiki kepedulian untuk membangun mindset, kompetensi dan keahlian generasi muda dan profesional untuk menyambut era Digital 4.0 menuju Indonesia yang lebih baik.

Sampai saat ini AI Labs telah menggelar lebih dari 25 pelatihan dan pendampingan proyek inovasi dari berbagai kalangan di berbagai kota di seluruh Indonesia. Lebih dari 2000 orang telah mendapatkan manfaat pengembangan kompetensi digital baru seperti design thinking, design sprint, agile management, Lego Serius Play, Lego Serius Scrum dan budaya inovasi untuk mendorong penyelesaian beragam problematika di organisasi dan beragam sektor kehidupan.[]