Status Tersangka, Jadi `Kado` Ultah Hadi Purnomo

47

JAKARTA, WB – Ketua Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Hadi Purnomo ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap terkait permohonan keberatan pajak yang diajukan Bank Central Asia (BCA) tepat pada hari ulang tahunya tanggal 21 April 2014. 

Hadi ditetapkan sebagai tersangka dalam kapasitasnya sebagai Kepada Dirjen Pajak tahun 2002-2004. Pria lahir di Pamekasan, Madura, 21 April 1947.  Dan hari ini juga sebagai masa akhir jabatnya sebagai Ketua BPK.

Ketua KPK menjelaskan, penetapan Hadi berdasarkan hasil penyelidikan yang sudah berlangsung cukup lama, karena kasus ini sebenarnya sudah pernah diulas pada tahun 2007.  “Yang bersangkutan dijerat dengan Padal 2 ayat 1 dan atau pasal 3 UU TPK, jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP,” ujar Samad, di KPK, Senin (21/4/2014).

Hadi diduga melakukan perbuatan melawan hukum atau penyalahgunaan wewenang terkait permohonan keberatan Bank Central Asia (BCA) selaku wajib pajak pada 1999.

Ketika itu BCA mengajukan keberatan pajak atas non performance loan yang nilainya Rp 5,7 triliun. Hadi diduga menyalahi prosedur dengan menerima surat permohonan keberatan pajak BCA tersebut. Ia diduga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 375 miliar dari pajak yang tidak dibayarkan BCA. Apakah terdapat penerimaan dana oleh Hadi Purnomo, Ketua KPK menyatakan masih didalami. []