TNI-Polri Jamin Keamanan Natal dan Tahun Baru

104

JAKARTA, WB – Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, mengatakan, guna memberikan rasa aman bagi masyarakat jelang Natal dan tahun baru, TNI-Polri akan mengerahkan kesiapsiagaan personel.
 

Dihadapan 2.600 personel Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Lilin 2017 di lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (21/12/2017), Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, dan didampingi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dihadapan 2.600 personel, menjelaskan bahwa tugas pengamanan Perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 adalah untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Setiap prajurit TNI dan Polri harus tampil smart, profesional dan menunjukkan sikap hormat serta simpati kepada masyarakat. Jaga keamanan masing-masing personel, materiil dan perlengkapan selama bertugas,” kata Hadi.
 

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Tahun 2017 bertujuan untuk mengamankan, mengendalikan dan menjaga situasi serta kondisi negara dalam rangka menyambut Perayaan Hari Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.  

“Seluruh personel dan perlengkapan yang disiapkan telah benar-benar dalam kondisi siap operasional dan masing-masing personel memahami dan menguasai tugas dan fungsinya sesuai standar operasional yang berlaku,” harapnya.
 

Panglima juga mengatakan bahwa tugas pengamanan dilaksanakan untuk mengantisipasi dan mencegah kemungkinan hambatan dan ancaman yang terjadi di masyarakat pada kegiatan Perayaan Natal dan Tahun Baru.

“Setiap prajurit TNI-Polri harus bertindak tegas, cepat dan terukur terhadap kecenderungan tindakan anarkis yang dilakukan oleh kelompok masyarakat tertentu, khususnya kelompok terorganisasi yang memprovokasi situasi,” tegasnya.
 
Panglima juga menyampaikan agar menjaga sikap dan komitmen TNI-Polri untuk selalu berdiri tegak di atas semua golongan, menanggalkan kepentingan pribadi dan kelompok, menghormati kebhinekaan demi mewujudkan kedamaian di masyarakat.

“Mari kita bersatu untuk bersama-sama menghadapi setiap kekuatan yang ingin mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,” tandas Panglima.[]