Tujuh Bandara Masih Ditutup Akibat Letusan Kelud

102

JAKARTA, WB- Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bahwa, hingga Sabtu (15/2) pagi, 7 bandara dan 1 landasan udara masih ditutup. Meski hujan abu dan pasir sudah tak ada, namun kondisi lingkungan bandara yang masih tertutup abu dan pasir dari erupsi G. Kelud maka operasional penerbangan ditutup.

“Berdasarkan peringatan dari VAAC (Volcanic Ash Advisory Centre), yang berpusat di Washington, untuk Region Indonesia (BMKG) pada 15/2 pukul 10.00 wib, sebaran abu vulkanik di udara sebagian besar telah meninggalkan Jawa dan Sumatera dan mengarah ke Samudera Indonesia barat Sumatera. VAAC mengeluarkan rekomendasi agar pesawat tidak melintas di area tersebut. Penerbangan menunggu hasil evaluasi otoritas masing-masing wilayah. Saat ini masih dilakukan pembersihan di semua bandara,” kata Sutopo melalui keterangan yang diterima oleh Wartabuana.com pada Sabtu (15/2/14).

Sutopo menambahkan, kondisi G. Kelud pada 15/2 pukul 06:00 terlihat warna asap putih abu-abu tinggi sekitar 3.000 m, tekanan sedang, angin ke arah barat laut, tremor hembusan 1- 2.5 mm.

“Status Awas dan radius 10 km kosong dari aktivitas masyarakat. Ada tren makin menurun aktivitas vulkaniknya,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Sutopo, abu dan pasir di Kediri menutupi semua jalan dan atap rumah. Debu di jalan cukup tebal dan jarak pandang 1 km.

Di sisi lain, Kepala BNPB, Syamsul Maarif, juga meminta 2.500 personil TNI dan Polri untuk dikerahkan guna membersihkan jalan dan didukung alat-alat berat di Kediri. Di daerah lain, aparat juga membersihkan jalan. Warga juga secara swadaya membersihkan jalan dan atap-atap rumah.

Adapun bandara yang ditutup sementara adalah, Bandara Internasional Juanda Surabaya, Adi Sumarmo Solo, Adi Sucipto Yogyakarta, Abdulrahman Saleh Malang, Ahmad Yani Semarang, Husein Sastranegara Bandung, dan Tunggu Wulung Cilacap, Landasan udara Iswahyudi Madiun juga ditutup.juga masih ditutup. Kebutuhan mendesak adalah masker, alat-alat untuk membersihkan abu pasir di jalan, dan mobil tangki air. Masyarakat dihimbau untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.[ ]