Warga Masih Galau Soal “Kartu Sakti” Jokowi

164

JAKARTA, WB – Wajahnya melas ketika hanya mendapat jawaban yang tidak memuaskan dari salahsatu petugas cabang kantor pos di bilangan Jakarta Timur. Wanita setengah baya itu masih tidak bisa menerima dalam mencari kejelasan tentang cara mendapatkan tiga “Kartu Sakti” yang baru saja di luncurkan Presiden Jokowi.

 

“Saya nggak tahu, katanya belum ada kartunya di kantor pos ini, saya tanya, kata petugas pos bilang belum ada perintah dari pusat,” ujar Titin saat dijumpai wartabuana.com di kantor pos cabang Klender, Kamis, (6/11/2014).

 

Dengan ditemani anak bungsunya yang masih kecil ke kantor pos, Titin masih berharap dapat jawaban lebih soal bagaimana cara mendapatkan ketiga kartu jaminan sosial itu. Sebab sejauh yang ia tahu dari berbagai pemberitaan di media massa, pembagian kartu sudah dilaksanakan.

 

Saat ini Titin sendiri sudah memiliki kartu penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT), informasi yang dia dapat meski hanya berdasarkan informasi tetangga yang juga masih simpang siur kata Titin, cukup dengan menukarkan kartu BLTnya, maka dia akan mendapatkan ketiga kartu sakti itu.

 

“Ada yang bilang yang pegang kartu BLT bisa ditukar sama tiga kartu itu, tapi waktu ditanya mereka malah jawabnya nggak tahu,” ujar wanita yang tinggal di Kampung Sumur, Klender ini.

 

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait keluhan Titin, wartabuana mencoba menanyakan kepada petugas kantor pos, setempat. Dan ternyata memang  dari hasil keterangan yang dihimpun, memang kantor Pos di Klender sama sekali belum mendapatkan arahan soal pembagian “kartu  sakti” itu.

 

“Memang belum ada arahan dari kantor pusat. Kemarin itu di televisi memang cuma sosialisasi aja. Dan kalau soal penukaran kartu kita memang belum tahu,” ujar salahsatu petugas pos yang enggan disebut namanya itu.

 

Hanya sosialisasi

Saat wartabuana menyambangi kantor pos pusat dibilangan Lapangan Banteng, memang loket bernomot 14 yang digunakan untuk melayani “kartu sakti” nampak kosong. Bahkan tidak terlihat petugas jaganya. Hanya petugas security kantor pos saja yang sedang terlihat berjaga-jaga.

 

“Dua hari yang lalu rame sama warga. Kita sudah jelaskan kepada mereka kalau kartu-kartu itu memang belum ada. Jadi nanti tinggal tunggu pengumumannya,” ujar petugas ketika disambangi.

 

Dia juga menjelaskan, saat peluncuran kartu sakti beberapa waktu lalu itu, hanya sebatas sosialisasi semata kepada warga, dan mengenai kapan waktu peluncurannya dia pun tidak tahu menahu.

 

“Waktunya saja yang kita tidak tahu. Tapi kalau mau tahu caranya untuk mendapatkan kartunya, nanti setelah ada pengumuman tanggal dan waktunya itu bisa dilihat di papan pengumuman,” ujarnya.

 

Sampai menunggu waktu dan informasi prosesnya, berikut mekanisme dan cara untuk mendapatkan kartu sakti di Kantor Pos.

 

Bagi warga yang sudah memiliki kartu KPS  (Kartu Perlindungan Sosial), dilengkapi dengan identitas diri, bisa mendatangi kantor pos terdekat. Warga yang sudah memiliki kartu KPS bisa langsung mengambil nomor antrian.

 

Setelah mengantri, petugas akan melakukan verifikasi, setelah selesai petugas  menyerahkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Sim Card untuk menarik uang.

 

Di loket pembayaran, petugas nanti akan meminta nomor KKS, SIM card dan Kertu identitas, mencocokan data dengan daftar penerima, lalu melakukan pindai nomor handphone dan nomor KKS, menandantangani, didaftar penerima, lalu membayarkan uang peserta KKS. []