Jadi Walikota Manado, Andrei Angouw Jadi Kebanggaan dan Ujian Untuk Umat Khonghucu

72
Andrei Angouw /ist

WARTABUANA – Dalam hitung cepat Pilkada Kota Manado, nama Andrei Angouw lebih unggul dibanding konstestan lain. Selain muda, sosok Andrei Angouw adalah orang pertama beragama Khonghucu yang menang dalam pemilihan kepala daerah.

Kenyataan itu melahirkan kebanggan tersendiri bagi  Generasi Muda Khonghucu Indonesia (GEMAKU). Mereka berharap, Andrei Angouw bisa menjalankan amanah warga Manado dengan baik.

“Sebagai sesama ‘daoqin’ alias saudara seagama Khonghucu, hati saya bergembira sekali dan ikut bangga. Sebagai aktivis perdamaian dan lintas agama saya juga merasa begitu cinta Manado karena betul-betul Pancasilais dimana mereka betul-betul dewasa dalam berpolitik. Mereka tidak peduli seorang pemimpin berlatar belakang apapun selama mereka anggap baik, maka mereka akan memilihnya sebagai pemimpin mereka,” ujar Kristan, Founder yang juga Ketua Umum GEMAKU di Jakarta, Sabtu (12/12/2020).

Ketua Gemaku Kristian bersama Alim Sugiantoro dan pengurus Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban, Jawa Timur /ist

“Artinya masyarakat menentukan pilihan berdasarkan kualitas personal. Dan amanah ini harus dijaga benar. Kami yakin Andrei bisa memimpin Manado dengan baik”

Ia pun tak segan mengucapkan selamat untuk kota Manado atas pencapaian yang begitu kental rasa Indonesia ini. “Saya sebagai rohaniwan Khonghucu dan Ketua Umum GEMAKU tentunya sekali lagi ingin mengucapkan selamat kepada ko Andrei Angouw atas semua pencapaiannya yang telah ikut membawa nama baik Khonghucu,” ucap Kristian.

Kristian mengutip tulisan wartawan senior Dahlan Iskan yang berjudul “Ujian Khonghucu”. Di akhir tulisannya Dahlan Iskan menyatakan, “Banyak pejabat yang mempermalukan agama dan partainya. Agama apa saja. Partai mana saja. Kecuali agama Khonghucu, karena baru kali ini orang Khonghucu mendapat ujian berat: menjadi pejabat publik”.

“Pendapat Abah Dahlan sangat tepat, bahkan tidak lama lagi sahabat saya yang seperti Semar; Jaya Suprana bukan tidak mungkin akan memberikan rekor MURI untuk ko Andrei,” ucapnya.

Kristian pun punya saran untuk Andrei jika nanti memegang amanah memimpin kota Manado. “Jadilah pemimpin yang seperti Bintang Utara, menjadi contoh teladan baik bagi bintang-bintang di sekelilingnya. Hakikat memimpin itu memberi teladan, jika pemimpinnya lurus maka siapa yang berani berbuat tidak lurus. Apalagi saya dengar ko Andrei juga cukup kaya dengan harta hampir Rp300 miliar, tentunya dengan keadaan ini korupsi harusnya menjadi barang yang tidak menarik bagi dirinya,” ujar Kristian.

Ia juga mengingatkan, jika Andrei Angouw tidak amanah dan bahkan melakukan korupsi, maka GEMAKU akan jadi yang terdepan menuntut Andrei mempertanggungjawabkan perbuatannya itu. “Jangan sampai seperti kata Dahlan Iskan, dimana ko Andrei justru tidak lulus ujian dan malah mempermalukan Khonghucu,” tandas Kristian.

Secara terpisah, Alim Sugiantoro, tokoh Konghuchu dari Klenteng Kwan sing Bio Tuban, Jawa Timur juga memberi apresiasi atas kemenangan Andrei Angouw. “Kami apresiasi sekali atas keberhasilan Andrei Angouw dalam Pilkada Manado. Tentu saya bangga dengan kondusifitas di Manado yang dewasa berpolitik dan menghormati keberagaman. Bahwa yang berkualitas lah yang menjadi pilihan sebagai pemimpin,” ujar Alim Sugiantoro, Sabtu (12/12/2020).

Diakui Alim, kapasitas dan kualitas Andrei tidak diragukan lagi dalam berpolitik. Pasalnya ia cukup mumpuni dan berpengalaman menjadi anggota DPRD sejak 2009. “Artinya masyarakat menentukan pilihan berdasarkan kualitas personal. Dan amanah ini harus dijaga benar. Kami yakin Andrei bisa memimpin Manado dengan baik,” pungkas Alim.[]