Setiap Jelang Berbuka Puasa, Sosialita Ini ‘Sebar’ Ratusan Nasi Kotak Selama Ramadhan

49

WARTABUANA –  Terima kasih Bu, Alhamdulillah. Saya doakan ibu tambah berkah dan rejekinya semakin berlipat ganda. Rasa terima kasih itu meluncur dari bibir seorang pria driver ojol usai menerima nasi kotak untuk berbuka puasa dari  Rani Anggraini Safitri di kawasan Cibubur,  Depok, Jawa Barat pada Selasa (28/4/2020).

Petang itu, dibawah guyuran hujan, Rani Anggraini Safitri bersama kerabatnya membagikan 150 nasi kotak kepada warga sekitar, driver ojol, pemulung dan siapa saja yang melintas. Wanita muda itu turun langsung membagikan nasi kotak dari tangannya.

Sosok Rani Anggraini Safitri sudah kesohor dikalangan sosialita bukan karena kecantikan dan barang-barang branded koleksinya. Dia menonjol karena suka berbagi dengan sesama, alias rasa kepedulian sosialnya yang sangat tebal.

Rani Anggraini Safitri /Tyo

Ternyata membagi-bagi nasi kotak jelang berbuka puasa bukan baru pertama kali dia lakukan, dan bukan juga semata-mata karena kondisi sulit karena dampak Pandemi Covid-19 ini. Aksi amal itu sudah menjadi agenda rutinnya setiap Ramadhan.

“Setiap Ramadhan saya selalu melakukan ini. Saya siapkan nasi kotak dan saya bagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kebetulan sekarang  juga ada musibah ini, seluruh dunia merasakan dampaknya, termasuk kita. Sudah pasti akibat Pandemi Covid-19 ini banyak orang yang tambah susah karena tidak bisa leluasa bekerja seperti biasa,” ungkap Rani usai membagikan sekitar 150 nasi kotak di sisi Jalan Transyogi, Cibubur.

Rencananya, istri seorang pengusaha sukses ini akan terus menyebar makanan berbuka puasa selama Ramadhan ini. Tidak hanya itu, dia juga sudah membagikan ratusan paket sembako ke banyak kalangan di beberapa lokasi di Jakarta. Rani sudah memberikan 1000 paket sembako kepada mereka yang terdampak langsung ekonominya karena Covid-19.

Rasa peduli sesama sepertinya sudah mendarah daging bagi pimpinan komunitas Sahabat Kartini ini. Komunitas yang anggotanya ratusan wanita yang peduli dengan kehidupan wanita di Indonesia itu biasanya di bulan April padat dengan beragam kegiatan peringatan Hari Kartini, namun karena kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kegiatan  lebih fokus berdonasi.

Selain menjadi motor penggerak Sahabat Kartini, Rani juga sibuk di Yayasan Bahira dan Yayasan Olahraga Indonesia yang peduli dengan nasib para juara dunia yang kurang beruntung di usia tuanya.

Selain sibuk di organisasi sosial, Rani masih sempat mengelola beberapa bisnis, salah satunya bisnis restoran. Sebagai pengusaha kuliner, dia merasakan langsung dampak dari PSBB. Bahkan restorannya harus tutup sementara. “Kondisi serupa pasti dirasakan restoran-restoran lain yang harus tutup dan merumahkan karyawan,” papar Rani.

Kemudian, wanita energik penyayang kucing ini mendapat ide dengan membagikan nasi kotak, dia juga bisa menolong pengusaha UKM makanan. Setiap ‘sebar’ nasi kotak dia order dari beberapa rumah makan secara bergantian. Dengan cara itu, selain menunya berubah setiap hari, dia juga bisa menolong UKM mendapatkan pesanan.

“Sebenarnya kalau mau memberdayakan asisten di rumah untuk memasak sebanyak 100-150 kotak mungkin bisa saja ya. Tapi niat saya tidak begitu, saya kasih orderan tiap hari ke UKM kuliner dengan harapan bisnis mereka bisa bertahan,” paparnya.

Jiwa sosial dan rajin sedekah ini ternyata menjadi ‘amalan’ wajib wanita berkacamata ini. Rani yakin, sengan sering bersedekah, harta seseorang tidak akan berkurang karena Allah akan menambah dan menambahnya lagi.

Dan Rani selalu mengingatkan itu kepada anak-anaknya. “Ya saya selalu katakan kepada anak-anak untuk selalu bersyukur dengan nikmat yang Allah berikan. Sesekali saya ajak mereka membagikan nasi kotak. Jika kita bersyukur maka Allah akan tambahkan lagi nikmat yang banyak,”  cerita Rani.

Sebagai muslimah, Rani menjadikan Alquran dan hadist nabi sebagai pedoman hidup. Salah satu hadist yang pas diamalkan saat ini menurut  Rani adalah, “Orang yang  beruntung  itu adalah orang yang masih bisa berbagi di saat dirinya dalam  kesulitan”.[]