Shanghai Metro Larang Penumpang Pakai Speaker Pada Perangkat Digital

18
Staf bernama Feng Gangfeng dari Shanghai Metro Property Management Co., Ltd. mendisinfeksi gerbong Shanghai Metro di Shanghai, China timur, pada 13 Februari 2020. (Xinhua/Ding Ting)

WARTABUANA – Shanghai pada Selasa (1/12) mulai memberlakukan aturan baru terkait sistem kereta bawah tanah atau metro yang melarang para penumpang menggunakan pelantang suara (speaker) pada perangkat digital mereka, termasuk ponsel.

Penumpang tidak diperbolehkan memutar musik ataupun video menggunakan pelantang suara pada perangkat digital mereka atau melakukan panggilan telepon menggunakan ponsel sembari menyalakan mode bebas genggam (hands-free) di gerbong kereta bawah tanah agar tidak menimbulkan suara yang mengganggu.

Shanghai Metro telah memasang tanda dan mengumumkan aturan baru tersebut di gerbong-gerbong kereta bawah tanah.

Cao Zhenghui, aparat penegak hukum dari Shanghai Metro, mengatakan aturan baru itu bertujuan untuk melindungi hak-hak penumpang metro lain dan menciptakan lingkungan transportasi yang lebih baik.

Para penumpang yang menggunakan pelantang suara pada perangkat digital mereka akan dihentikan oleh petugas metro dan aparat penegak hukum, atau diserahkan kepada petugas kepolisian jika menolak mematuhi aturan baru tersebut, papar Cao.

Aturan baru tersebut memicu perdebatan sengit di kalangan warganet di Sina Weibo, platform media sosial yang mirip Twitter.

Banyak warga menyambut baik aturan baru tersebut. “Itu dapat membantu menciptakan lingkungan transportasi yang lebih baik karena memutar musik atau video menggunakan pelantang suara sangat mengganggu penumpang lain,” tutur seorang wanita bermarga Ding.

Sun Jianping, Direktur Institut Penelitian Manajemen Risiko Perkotaan di Universitas Tongji, mengatakan bahwa “suara buatan manusia” di kereta bawah tanah sudah lama menimbulkan gangguan.

Menciptakan lingkungan transportasi yang lebih baik membutuhkan upaya bersama dari semua pihak, bukan hanya pengawasan yang dilakukan aparat penegak hukum, melainkan juga kedisiplinan diri para penumpang, ujar Sun. [xinhua]