Ghost Mania Festival Banyuwangi, Awali Perhelatan PARFI AWARDS 2020

174

WARTABUANA – Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) akan menggelar PARFI AWARDS 2020 dengan tema “Film Indonesia Karya Budaya Inspirasi Bangsa”. Malam puncaknya akan digelar pada 10 Maret 2020 di Prime Plaza Hotel, Sanur, Bali, dengan mengusung konsep “Etnik, Unik dan Metafisik”. Perhelatan nasional yang dimulai dengan Road Show di 10 Kota  ini akan menyajikan suatu festival dengan mengangkat kekayaan budaya dan kearifan lokal.

PARFI AWARDS 2020 yang berbasis Nilai Budaya, Kearifan Lokal, dan Pembangunan Karakter Bangsa diharapkan menjadi ajang penyegaran dan pembelajaran sineas, terhadap isi cerita yang terkandung dalam karya film untuk mengenal lebih dalam nilai-nilai toleransi, keberagaman, dan cinta tanah air.

Perfilman Indonesia harus dikembangkan dan dilindungi karena sebagai media komunikasi massa, film merupakan sarana pencerdasan kehidupan bangsa, pengembangan potensi diri, pembinaan akhlak, pemajuan kesejahteraan masyarakat, serta wahana promosi Indonesia di dunia internasional.

Ketua Panitia Penyelenggara PARFI AWARDS 2020, Firman Nurjaya memberikan potongan tumpeng kepada Pimpinna Bintang Cinema Production Banyuwangi (LBCPB) yang dipimpin Bambang Harjito./ist

Oleh karenanya, penghargaan PARFI AWARDS 2020 akan diberikan kepada para sineas yang berhasil meningkatkan standar etis, moral, dan artistik pada karya film, yang menunjukkan keluhuran budaya Indonesia dalam membangun karakter bangsa.

Penyelenggaraan PARFI AWARDS 2020 merupakan persembahan penghargaan dari PARFI kepada aktor dan aktris film Indonesia. Festival ini bukan ajang kompetisi, namun merupakan ajang pemberian penghargaan atas prestasi aktor dan aktris film Indonesia.

Penyelenggara berharap, dari PARFI AWARDS 2020 akan lahir aktor dan aktris film Indonesia yang berjaya tidak hanya di negeri sendiri, tapi juga berprestasi di kancah internasional.

Di malam puncak PARFI AWARDS 2020 akan diserahkan 36 Penghargaan kepada Aktor/Aktris Film, Sutradara, Film Terbaik serta Lifetime Achievement.

Penyelenggara sudah melakukan verifikasi judul-judul film yang layak di-festivalkan. Verifikasi dilakukan sejumlah  praktisi film, wartawan dan  pengamat. Anggota juri verifikasi yang diketuai Yatti Surachman itu diantaranya Hardo Sukoyo, Arturo Gunapriatna P, Rommy Fibri Hardiyanto, dan Bens Leo.

Yatti Surachman dan Ozy Syahputra./ist

Kegiatan pendukung PARFI AWARDS 2020 sudah dilakukan sejak akhir tahun  lalu seperti  RoadShow dan pemutaran film unggulan hasil penilaian dewan juri PARFI AWARDS 2020 ke beberapa kota antara lain: Banyuwangi, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, Makassar, Manado, Banjarmasin, Lampung, Medan dan Bengkulu.

Penyelenggara juga menggelar Lomba Akting, Ghost Mania Festival, Talk Show,  Bazar, Kontes Media Digital “Xpresikan Acting Kerenmu” serta Lomba Penulisan Artikel dan Lomba Foto PARFI.

PARFI AWARDS 2020 akan memberikan penghargaan untuk Film Genre DRAMA, KOMEDI, HOROR dan LAGA/AKSI. Hasil verifikasi telah memilih 7 film untuk genre DRAMA diantaranya, 6,9 Detik, Analogi Rasa, Bumi Manusia, Dilan 1991, Dua Garis Biru, Keluarga Cemara dan Si Doel The Movie 2.

Genre KOMEDI terpilih film diantaranya,  Calon Bini, Ghost Writer, Imperfect, Laundry Show, My Stupid Boss 2, Orang Kaya Baru dan Yo Wis Ben 2. Sedangkan genre HOROR ada film yang lolos verifikasi seperti Danur 3, Dread Out, Kuntil Anak 2, Lampor, Makmum, Perempuan Tanah Jahanam dan Sekte. Dibarisan genre LAGA/AKSI terpilih Foxtrot Six, Gundala, Hanya Manusia, Hit & Run,

Penjurian PARFI AWARDS 2020 dilakukan secara objektif dan transparan oleh dewan juri yang terdiri dari berbagai unsur, disiplin ilmu dan profesi, diantaranya Yatti Surachman, Ray Sahetapy, Rudy Soedjarwo, Suryandoro, Wina Armada Sukardi dan Nirina Zubir.

Menurut Ketua Panitia Penyelenggara PARFI AWARDS 2020, Firman Nurjaya, bahwa kegiatan ini dapat menjadi sarana transformasi kebudayaan berbasis potensi anak muda yang terampil dan kreatif serta memiliki kompetensi global dan tumbuh berdasarkan potensi multikultural bangsa.

Talks show di Ghost Mania Festival Banyuwangi./ist

Menurut Ceo PT. Intaro Holding Company Gde Laksananta Sandiyasa Arsada, film merupakan medium strategis untuk mengenali budaya suatu bangsa. Belum ada medium lain yang bisa menyamai kemampuan film dalam mengekspresikan realitas, termasuk realitas budaya dan identitas kebangsaan.

”Strategi inilah selayaknya tersosialisasi dan dapat menjadi panduan serta memiliki skala prioritas bagi masyarakat kita. Menjadi inspirasi yang mengilhami, meneladan, dan menggerakkan hati untuk mencipta, dengan berbagai karya luhur yang memiliki kearifan,” kata Firman.

Budaya Indonesia, lanjut Firman, memiliki khasanah kisah-kisah menarik dalam berbagai persepsi visual; cerita dongeng, legenda, fabel, hikayat, dan mitos. “Peranan cerita ini terbukti dapat menjadi media komunikasi tradisional yang memberi keteladanan, dan pendidikan moral,” ujar sutradara yang juga Direktur Utama PT. Sandi International Picture ini.

Terselenggaranya PARFI AWARDS 2020  berkat dukungan banyak pihak, baik dari pemerintah, swasta dan para stake holder perfilman nasional. PT. Intaro Holding Company merupakan pihak swasta yang mendukung penuh acara ini.

Ceo PT. Intaro Holding Company Gde Laksananta Sandiyasa Arsada./ist

Menurut Ceo PT. Intaro Holding Company Gde Laksananta Sandiyasa Arsada, film merupakan medium strategis untuk mengenali budaya suatu bangsa. Belum ada medium lain yang bisa menyamai kemampuan film dalam mengekspresikan realitas, termasuk realitas budaya dan identitas kebangsaan.

“Masyarakat yang beragam membutuhkan ekspresi beragam pula. Di tengah berbagai krisis koeksistensi yang melanda negeri ini kita perlu meningkatkan peran film sebagai perantara sosial. Berdampingan dengan perannya sebagai komoditas komersial,” tambahnya.

Sandiyasa menggaris-bawahi, penghargaan ini penting untuk memperluas tolok ukur karya sinema karena kita perlu menakar film Indonesia lebih dari capaian ekonomi semata. “Film tidak saja berfungsi sebagai komoditas komersial, tapi juga sebagai perangkat strategis dalam interaksi kultural,” tegasnya.

Salah satu peserta Make up karakter Ghost Manis Festival di Banyuwangi./ist

Disambut Masyarakat

Banyuwangi menjadi kota pertama kegiatan Road Show PARFI AWARDS 2020 dengan menggelar beragam acara, salah satunya ‘Ghost Mania Festival’. Acara yang berlangsung meriah serta disambut antusias masyarakat Banyuwangi dan sekitarnya itu digelar di A&R Fashion Store, Banyuwangi pada Minggu (12/01/2020) itu hasil kolaburasi PARFI  dengan Lembaga Bintang Cinema Production Banyuwangi (LBCPB) yang dipimpin Bambang Harjito, SE, M.Si.

Hadir di acara ini sekaligus membuka acara, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Choliqul Ridha, mewakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwangi. Hadir juga memberi sambutan, Ketua Dewan Kesenian Blambangan (DKB), dr. Taufik Hidayat, SPAnd, Anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi, Marifatul Kamila, SH, serta seniman dan budayawan, Punjul Ismuwardoyo, S.Sn, selaku Ketua Panitia Acara.

Acara ini juga menghadirkan aktris dan aktor senior Yatti Surachman dan Ozy Syahputra serta budayawan Banyuwangi, H. Abdullah Fauzi, dan Suhaeri, M.Pd, sebagai narasumber dalam acara dialog interaktif bertema, ‘Film Mistik dan Praktik-pratik Supranatural Dalam Perspektif Kebudayaan Tradisional Indonesia’.

Tak kalah seru adalah kegiatan workshop seni rupa film dan lomba tata rias karakter yang diikuti ratusan pelajar dan mahasiswa. Workshop dengan tema “Artistik Film Dalam Perspektif Cerita Dongeng, Legenda, dan Mitos Budaya Indonesia” ini menghadirkan profesional tata rias karakter, Oppa Adams, sebagai tutor.

Eddie Karsito, selaku Ketua Bidang Acara PARFI AWARDS 2020, menjelaskan bahwa kegiatan Ghost Mania Festival, adalah perayaan komunitas penggemar cerita-cerita misteri.  Ajang aksi, kreasi dan hobby; penuh energi; semangat. Menafsirkan, dan mengekspresikan berbagai bentuk makhluk gaib dalam perspektif yang berbeda, sesuai budayanya.

Eddie Karsito, Ketua Bidang Acara PARFI AWARDS 2020./ist

“Acara ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran bagi generasi muda, tentang proses pembuatan film — yang bukan saja bernilai artistik, tetapi juga mampu menjadi ekspresi kultural multi dimensi. Menempatkan film sebagai ekspresi kultural dengan sifatnya yang mendidik, informatif dan menghibur,” ujarnya.

Eddie menjelaskan, kreasi para seniman yang ditampilkan di acara tersebut tidak bermaksud merendahkan budaya tertentu, melainkan murni sebagai ekspreasi karya seni yang justru ingin mengangkat dan lebih mempopulerkan khasanah budaya, salah  satunya ikon Kabupaten Banyuwangi, yaitu ’Gandrung’.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, M. Yanuar Bramuda, menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan PARFI dan LBCPB. “Kami menyambut baik, mendorong dan mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini di Banyuwangi,” paparnya.

Terkait ada pihak yang menilai lain terhadap kegiatan ini, menurut Bramuda, perlu tabbayun untuk mengklarifikasi masalah yang terjadi dengan harapan mendapatkan penjelasan kesimpulan yang lebih bijak, arif dan lebih tepat. []