Home Release Kirim Pesan Kebhinekaan, Maharaja 48 Rilis Lagu “Kita Indonesia”            

Kirim Pesan Kebhinekaan, Maharaja 48 Rilis Lagu “Kita Indonesia”            

30

WARTABUANA – Indonesia tidak muncul dari ruang hampa, tapi berakar pada tanah air dan sosial-budaya sejak ribuan, bahkan jutaan tahun di Nusantara. Indonesia, adalah sebuah ikhtiar dari jutaan manusia yang mencoba hidup bersama dalam satu komunitas.

“Kita adalah Indonesia. Sebuah penegasan tentang cita-cita yang saling menguatkan dan mengokohkan rasa nasionalisme kebangsaan,” ujar vokalis dan gitaris ’Maharaja 48 Band’, Amar Ma’ruf, kepada wartawan, di Sanggar Humaniora, Kota Bekasi, Minggu (16/8/2020).

Perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Ke-75 Republik Indonesia menjadi momentum bagi ’Maharaja 48 Band’ dengan merilis single lagu bertajuk, ‘Kita Indonesia.’ Melalui lagu, grup musik yang didirikan di Kota Depok, 4 May 2019 ini ingin mengingatkan masyarakat tentang kebhinekaan sosio-kultural Indonesia ke dalam kesatuan entitas Negara dan bangsa.

“Sebagai seniman musik inilah yang dapat kami presentasikan lewat lagu ‘Kita Indonesia.’ Kami merasa musik dapat mempersatukan rasa, dan menumbuhkan kecintaan kepada negara Indonesia,” ungkap Amar mewakili personil ’Maharaja 48 Band’ lainnya.

’Maharaja 48 Band’ diawaki, Amar Ma’ruf (Vocalis & Guitar), Ale Funky (Guitar Lead), Irfan (Bass), dan Fajar (Drum).  Mengedepankan jenis musik slow rock dengan tema lagu nasionalis kebangsaan.

Amar mengharapkan lagu ‘Kita Indonesia’ (Maharaja 48 Band), dapat menjadi bagian dari bahana bagi kemeriahan perayaan HUT Ke-75 RI tahun 2020 ini.

“Musik harus bisa menunjukkan identitas (character) ke-Indonesia-an. Budaya sebuah bangsa merupakan faktor penting untuk mengenali jatidiri. Lagu ‘Kita Indonesia’ sangat simultan untuk acara agustusan,” ujar Amar.

Lawan Pandemi Covid-19

Sudah tak terhitung berapa lama masyarakat harus berada #dirumahaja karena pandemi Covid-19 yang belum usai. Dari yang harus beradaptasi dengan kondisi baru, hingga memiliki rutinitas berbeda dari sebelumnya.

“Maka selain tema nasionalis, lagu ‘Kita Indonesia’ juga menyoal pandemi Covid-19. Harapannya lagu ini bisa menyemangati masyarakat yang sedang dilanda pandemi sekaligus menghidupkan kembali kejayaan musik rock Indonesia,” harap Amar.

Tak hanya lagu ‘Kita Indonesia,’ Maharaja 48 Band juga sudah merilis beberapa lagu lain. Diantaranya lagu, ‘Mati Dipeluknya’, ‘Tak Mencari Mati’, ‘Bhinneka Dalam Nada’, dan lagu ‘Durjana Dunia.’ Semua lagu merupakan karya cipta dan penataan musiknya oleh Amar Ma’ruf, dibawah label indie.

Gerakan indie, menurut Amar, merupakan sebuah alternatif yang memberi nuansa baru pada genre musik. “Gerakan indie barangkali lebih leluasa, baik dari sisi kreatif genre maupun kemasannya. Tapi yang jelas musik harus dapat menjadi usaha kreatif. Bagian dari industri yang menjadi tulang punggung ekonomi,” ujar Amar, yang juga bertindak sebagai Executive Producer pada proyek ini.

Keragaman Budaya

Komunikasi visual menjadi penting. Setidaknya bagi Maharaja 48 Band. Itulah sebabnya kelompok musik beraliran slow rock ini menggarap video klipnya dengan sangat serius. Video klip tersebut dapat diunduh melalui akun youtube : https://www.youtube.com/watch?v=RvGIYcZVbFQ

“Brand strategy itu penting. Kami perlu tampil menonjol secara visual. Oleh karena itu ide kreatif visualnya tidak cukup biasa-biasa saja,” ujar sutradara Heru Aceel, yang bertindak sebagai Creative Supervisor.

Klip lagu ‘Kita Indonesia’ sangat kental aroma kultural dan nasionalisme keindonesiaan. Gambar yang baik serta proses editing yang dinamis. Mengelaborasi pentingnya penerimaan terhadap adanya keragaman budaya; multikulturalisme dan pluralisme dalam rangka membangun rumah kebangsaan nasional.

“Tidak berpretensi terlalu jauh. Tapi apa yang kami lakukan semoga bisa menjadi momentum membangun keterbukaan dan budaya inklusif. Ada kerelaan diantara kita untuk menanggalkan rasa ‘keakuan’ untuk kemudian mengokohkan persatuan,” harap Heru, yang pernah menggelar Workshop Seni dan Film Keliling Indonesia, bersama komunitasnya Karya Anak Bangsa (KAB).[]