“Help Is On The Way” Potret Pekerja Migran Indonesia

12

WARTABUANA – “Help Is On The Way” adalah sebuah film dokumenter karya Ismail Fahmi Lubis yang mengekspos sistem perekrutan, pelatihan, dan penempatan kerja yang marak korupsi dan diskriminasi yang harus dilalui setiap buruh migran Indonesia untuk meraih mimpi keluar dari kemiskinan dengan menjadi pekerja domestik di luar negeri.

Dengan sikap yang tidak menggurui tetapi justru mengundang penonton masuk ke dalam kehidupan perempuan-perempuan muda Indramayu yang bertekad memperbaiki ekonomi keluarga sebagai pekerja migran.

Help Is On The Way tayang perdana di GoPlay, platform video-on-demand dari Gojek pada tanggal 11 Mei 2020 setelah meraih penghargaan Piala Citra untuk film dokumenter panjang terbaik di bulan Desember 2019.

Pada tanggal 7 Mei 2020 Help Is On The Way juga tayang di televisi publik Taiwan. Di tahun 2021, Help Is On The Way juga akan tayang di Al Jazeera Documentary Channel untuk negara-negara Arab.

Sekitar 3,4 juta warga negara Indonesia bekerja di luar negeri sebagai pekerja domestik. Meskipun bekerja di luar negeri merupakan impian jutaan warga Indonesia untuk memperbaiki keadaan ekonomi, tetapi kompleksitas sistem perekrutan, training dan penempatan kerja yang tidak transparan, serta perbedaan budaya menempatkan posisi pekerja migran di sisi rentan.

COVID-19 membuat posisi pekerja migran bertambah rentan. LSM yang bergerak di perlindungan bagi buruh migran Indonesia, Migrant Care, memprediksi 38,000 buruh migran Indonesia akan dipulangkan dan kehilangan pekerjaan.

Film Help Is On The Way mengajak masyarakat untuk membangun solidaritas dengan buruh migran yang melalui segala macam tantangan untuk menggapai impian mereka.

Perjalanan Help Is On The Way dimulai dari kisah Sukma dan Meri mengikuti pelatihan di Badan Latihan Tenaga Kerja-Luar Negeri (BLK-LN) di Indramayu, Jawa Barat. Lembaga ini mempersiapkan para perempuan untuk bekerja di luar negeri sebagai pekerja rumah tangga.

Setiap tahun, ratusan perempuan seperti Sukma, Meri, Muji dan Tari direkrut oleh agen lokal. Sebagian dari para perempuan tersebut berasal dari pedesaan yang bercita-cita untuk bekerja di negara-negara seperti Taiwan, Hong Kong dan Singapura.

Mereka mendaftar di BLK-LN untuk belajar ilmu bahasa dan cara merawat lansia, mempersiapkan diri untuk pekerjaan yang akan mereka lakukan di luar negeri sambil mempersiapkan dokumen yang mereka butuhkan untuk penempatan kerja.

Help Is On The Way juga membawa penonton ke Taiwan, dan secara langsung mengamati kehidupan sehari-hari Muji dan Tari, pekerja migran Indonesia di Taiwan. Muji bekerja di rumah majikannya mengurus seorang lansia yang menderita dementia.

Dengan sabar dan telaten ia merawat nenek yang menjadi tanggung jawabnya. Sedangkan Tari berhasil melanjutkan kuliah di Taiwan sambil bekerja di rumah sakit sebagai perawat profesional yang memiliki jam kerja tetap serta waktu luang yang bisa ia gunakan untuk menekuni hobinya menulis.

Help Is On The Way disutradarai oleh Ismail Fahmi Lubis, yang sebelumnya telah merilis film Tarling Is Darling, yang juga meraih nominasi film dokumenter terbaik FFI 2017 dan berkompetisi di Busan International Film Festival.

Film produksi PT Dua Pulau Digital Film ini merupakan potret mendalam yang mampu mengeksplorasi dunia pekerja migran tanpa menjejalkan pesan-pesan tertentu. Dalam beragam adegannya, penonton dapat merasakan beragam suasana yang dialami para calon pekerja migran dan pekerja migran, baik itu suasana kekeluargaan, tekanan, haru, pahit, dan lucu bercampur menjadi satu di Help Is On The Way.

Film dokumenter ini termasuk salah satu yang didukung Bekraf melalui program Docs By The Sea dan Docs By The Sea Incubator.[]