Iwan Fals Gelar Konser “Untukmu Indonesia”

472

JAKARTA, WB – Konser Iwan Fals bertajuk “Untukmu Indonesia” dibuka dengan lantunan lagu “Pesawat Tempur”. Kontan saja penonton yang memadati Istora Senayan, Jakarta pada Sabtu (21/11/2015) malam ikut nyanyi bersama sang idola.

 

Kursi yang disediakan panitia seolah tak berguna. Seb agian besar penonton langsung berdiri dan bernyanyi bersama. “Ini belum apa-apa sudah bertebaran begini,” celoteh Iwan Fals sambil senyum.

 

Konser dengan tiket hingga Rp 1 juta untuk kelas VIP ini cenderung sepi penonton karena banyak bangku yang masih kosong untuk gedung yang mampu menampung hingga 6.000 lebih penonton itu.

 

Untuk penggemar setia Iwan Fals yang tidak bisa masuk gedung Istora Senayan, panitia menyiapkan layar di luar.

 

Pada kesempatan konser kali ini, Iwan Fals menyanyikan syair karya pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) non aktif Abraham Samad dan Bambang Widjojanto.

 

Syair milik Samad berjudul “Kalau Takut Jangan” dinyanyikan Iwan sambil memainkan gitar. Sementara syair ciptaan Bambang dibawakan Iwan bersama band pengiring dengan irama yang lebih meriah. Kedua syair tersebut bertemakan tentang korupsi.

 

“Waktu itu saya datang ke KPK ingin tahu persoalan yang terjadi. Saya kesal sama korupsi tetapi saya enggak ngerti persoalan korupsi. Makanya saya minta buatkan syair (pada Samad dan Bambang),” kata Iwan Fals.

 

“Dua hari lalu dapat telepon dari Abraham Samad. Dia memenuhi janjinya membuatkan syair. Tadinya mau saya bacakan saja syairnya, tetapi jadinya saya bikin lagu,” lanjutnya.

 

Ternyata, diantara para penonton terdapat Bambang Widjojanto dan keluarga. Penonton langsung memberi tepuk tangan. Iwan pun tampak terkejut. “Terimakasih Mas Bambang sudah datang. Topi kita sama,” ujar Iwan.

 

 

Sepanjang konser, Iwan membawakan sekitar 22 lagu dan didampingi berbagai musisi termasuk grup Neo dan Iwa K yang menggubah lagu “Bento” dan “Bongkar” menjadi nge-rap. Iwan menutup konser yang berlangsung selama tiga jam itu dengan lagu baru yang berjudul sama, “Untukmu Indonesia”. []