Malaysia Terima Gelombang Pertama Vaksin COVID-19

7

WARTABUANA –  Malaysia pada Minggu (21/2) menerima gelombang pertama pengiriman vaksin COVID-19. Setelah 300.000 vaksin buatan Pfizer dan BioNTech tiba, Malaysia akan memulai program imunisasi nasionalnya.

Kelompok yang akan menjadi penerima pertama inokulasi adalah tenaga kesehatan dan petugas garis depan lainnya dalam tahap pertama program yang akan dimulai dalam waktu satu pekan. Setelah itu, dalam tahap kedua program, vaksin akan diberikan kepada mereka yang berusia 60 tahun ke atas serta kelompok berisiko tinggi.

Pada tahap ketiga, semua orang dewasa di negara itu akan divaksinasi. Secara keseluruhan, pemerintah Malaysia menargetkan untuk menginokulasi setidaknya 80 persen dari total populasi untuk mencapai perlindungan yang cukup terhadap COVID-19.”

Dalam konferensi pers setelah penyerahan itu, Menteri Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Inovasi Malaysia Khairy Jamaluddin mengatakan tahap pertama dari program imunisasi nasional akan dimulai pada Rabu (24/2), lebih cepat dari jadwal dengan Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin sebagai orang pertama yang divaksinasi.

Dia menambahkan bahwa vaksin COVID-19 dari perusahaan farmasi China Sinovac akan tiba pada 27 Februari, dengan sejumlah vaksin lainnya dijadwalkan tiba setelahnya.

Hingga Februari 2021, Malaysia telah mendapat akses ke pasokan 66,7 juta dosis vaksin COVID-19 melalui Fasilitas COVAX (COVAX Facility) dan pembelian dini dari lima produsen vaksin COVID-19, menurut pemerintah Malaysia, yang menargetkan untuk menginokulasi sedikitnya 80 persen dari total populasi negara itu.

Vaksinasi akan dilakukan dalam tiga tahap, yaitu tahap 1 untuk para pekerja di garis depan yang mencakup sekitar setengah juta orang, tahap 2 untuk kelompok berisiko tinggi, dan tahap 3 untuk semua orang dewasa berusia 18 tahun ke atas dengan keseluruhan program vaksinasi diperkirakan selesai pada Februari tahun depan.

Malaysia melaporkan 2.936 kasus baru COVID-19 pada Sabtu (20/2), menambah total kasus di negara itu menjadi 277.811 kasus. Sementara itu, tambahan 13 kematian juga dilaporkan, sehingga total kematian naik menjadi 1.043.

Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Kuala Lumpur. (XHTV)