Saruga Tawarkan Gaya Bisnis Ritel Tanpa Limbah

312

WARTABUANA – Seiring berkembangnya kemajuan jaman, selalu diiringi dengan makin lajunya aktifitas manusia yang menuntut segala serba praktis dan instan. Tingginya kepadatan penduduk membuat kebutuhan konsumsi masyarakat semakin tinggi.

Kesemuanya bertambah buruk dengan adanya persoalan baru yang ditimbulkannya, yakni sampah. Berbagai persoalan sampah diperkotaan yang tak kunjung selesai mengakibatkan makin menumpuknya timbunan sampah yang berdampak hingga ke ranah kesehatan, pencemaran lingkungan dan ancaman pada ekosistem yang sangat serius.

Berdasarkan data Jambeck (2015), Indonesia berada di peringkat kedua dunia penghasil sampah plastik ke laut yang mencapai sebesar 187,2 juta ton setelah Cina yang mencapai 262,9 juta ton.

Saruga Package-Free Shopping Store, adalah model bisnis ritel nol limbah yang menawarkan konsep baru untuk bisa disosialisasikan khususnya kepada masyarakat yang memang sudah mulai peduli terhadap lingkungan

“Prestasi membanggakan” ini merupakan wujud dari ketidakpedulian kita, masyarakat dalam hal kepedulian lingkungan. Data Dirjen Pengelolan Sampah, Limbah, dan B3 KLHK menyebut total jumlah sampah Indonesia di 2019 akan mencapai 68 juta ton, dan sampah plastik diperkirakan akan mencapai 9,52 juta ton atau 14 persen dari total sampah yang ada.

Hal lain yang turut mengkhawatirkan adalah ketidakbijakan masyarakat dalam hal konsumsi. Over Consumption adalah pemborosan, mubazir, lapar mata yang sering kali terjadi didepan mata kepala kita sendiri. Termasuk diri sendiri. Sampah yang menumpuk tak terbendung merupakan dampak dari pola konsumsi makan berlebih yang akhirnya menyisakan banyak sampah organik.

Per harinya, setiap manusia membuang sampah 0,5 kg sampah makanan. Menurut Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta (2017), sampah DKI Jakarta menuju Bantargebang, Bekasi mencapai 7500 ton/hari dengan 750 truk pengangkut sampah oleh petugas kebersihan.

Hal ini menyebabkan per tahun mencapai 2,7 juta ton sampah dengan paling banyak yaitu sampah makanan mencapai 54%.

Dari semua persoalan diatas, maka diperlukan gerakan kesadaran semua pihak. Tidak hanya pemerintah atau pejabat terkait tapi semua lapisan masyarakat dari berbagai latar belakang ilmu atau Pendidikan.

Saruga Package-Free Shopping Store, adalah model bisnis ritel nol limbah yang menawarkan konsep baru untuk bisa disosialisasikan khususnya kepada masyarakat yang memang sudah mulai peduli terhadap lingkungan dan umumnya kepada masyarakat luas agar masalah sampah dan gaya hidup minim sampah bisa terlaksana untuk menjaga ekosistem agar tetap terjaga dengan baik.

Peluncuran Saruga akan dilaksanakan pada tanggal 15 November 2018 pukul 14:00 WIB, launching ini turut mengundang para pelaku/komunitas Zero Waster dan Less Waste Living, artis peduli lingkungan Olivia Zalianty, NGO/Foundation, M. Bijaksana Junerosano dari Greeneration Foundation, pemerhati lingkungan serta pihak-pihak terkait yang interest.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here